Senin, 19 Maret 2018
Intrapreneur vs Entrepreneur
Malam semuanya! Hari ini ketika saya mengajar di kelas terjadi diskusi yang cukup menarik dengan salah seorang mahasiswa saya. Ketika kami membahas tentang 4 faktor utama dalam perekonomian, dimana faktor terakhirnya adalah entrepreneurship. Tiba-tiba salah satu dari mahasiswa saya bertanya, apa beda antara intrapreneur dengan entrepreneur. Saya menjawab pertanyaannya dan karena saya anggap topik ini cutup menarik, maka saya tuliskan kembali tentang hal ini di blog.
Apa beda intrapreneur dengan entrepreneur?
Baik intrapreneur maupun entrepreneur sebetulnya adalah kemampuan seseorang di dalam menjalankan roda sebuah organisasi (organisasi di sini tidak harus dalam bentuk perusahaan, meskipun seringkali dikaitkan dengan hal itu).
Intrapreneur dan entrepreneur, keduanya memiliki kemampuan untuk mendesign, mencipta, menjalankan dan mengevaluasi suatu hal baru yang berasal dari buah pikirannya sendiri.
Bedanya adalah intrapreneur melakukan hal-hal tersebut diatas ketika dia bergabung, atau bila dalam perusahaan istilahnya dipekerjakan jadi statusnya adalah sebagai seorang karyawan di tempat itu. Sedangkan entrepreneur, membangun sendiri organisasi atau perusahaanya dari nol. Dari perbedaan pola kerja ini, kita dapat melihat beberapa hal yang berbeda dari seorang intrapreneur dengan entrepreneur.
Bila dilihat dari independensi nya, maka seorang intrapreneur memiliki keterikatan dengan organisasi atau perusahaan di tempat dia berada. Karena sebagai seorang karyawan maka seorang intrapreneur akan tergantung pada aturan dan system di tempat dirinya berkarya. Sedangkan entrepreneur, tidak terikat pada aturan atau system yang dibuat oleh orang lain, karena sebagai pemilik organisasi atau perusahaan maka dia sendiri yang menciptakan aturan dan system.
Bila ditinjau dari skala organisasi, seorang intrapreneur biasanya bekerja di sebuah organisasi atau perusahaan yang berskala besar dan memiliki ruang lingkup pekerjaan yang luas. Sedangkan entrepreneur karena memulai dari nol, maka pada mulanya entrepreneur akan memulai perusahaannya dari organisasi berskala kecil dan fokus pada satu bidang usaha saja. Usaha rintisan ini sering juga dinamakan sebagai startup.
Sumber daya yang dipergunakan juga berbeda, intrapreneur karena berada pada suatu organisasi atau perusahaan yang berskala besar maka sumber daya yang bisa dia gunakan juga akan lebih banyak dan risiko yang harus ditanggungnya juga tidak besar karena mempergunakan sumber dari pihak lain. Sedang entrepreneur, karena memulai dari apa yang ada pada dirinya maka sumber dana yang dipakai untuk tahap awal juga relatif kecil, tetapi dengan risiko yang cukup besar karena sumber yang digunakan adalah miliknya sendiri. Berarti kalau sampai gagal akan berdampak langsung pada dirinya, hal ini tidak terjadi pada seorang intrapreneur.
Karena sumber dayanya besar maka cakupan berpikir seorang intrapreneur akan berwawasan lebih luas, dan dia tidak perlu terlibat untuk pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya lebih kecil dan mendetail, karena untuk hal itu akan ada orang lain yang melakukannya. Tetapi seorang entrepreneur, karena memulai sendiri dari nol, maka dia harus bisa melakukan banyak hal seorang diri saja. Seorang entrepreneur harus memahami apa yang dilakukannya secara mendetail kalau mau berhasil. Untuk tahap awal pasti dia tidak akan mendelegasikan hal itu pada orang lain, karena akan menambah biaya operasional.
Tetapi dalam segi waktu, sudah tentu entrepreneur akan lebih leluasa mengaturnya karena segala sesuatu tergantung pada dirinya sendiri. Ini yang tidak dimiliki oleh seorang intrapreneur, karena sebagai seorang yang dipekerjakan maka waktu nya juga akan terikat dengan waktu perusahaan tempat dia bekerja.
Persamaanya adalah baik entrepreneur dan entrepreneur harus memiliki kepemimpinan dan daya juang yang tinggi. Keduanya memiliki ambisi yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru atau membuat suatu perubahan di lingkungannya.
Nah itulah sekelumit tentang intrapreneur vs entrepreneur. Semoga penjelasan singkat saya ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian. (IHW)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar