Hi .... semua! Kalian kan tanya oleh-oleh apa dari Ambon, nih saya bagi cerita khusus untuk mahasiswa-mahasiswa ku tentang salah satu profil rumah kopi langganan saya di Ambon yang ngetop.
Rumah Kopi, apa sih itu? Rumah kopi itu bahasa Ambon nya untuk Coffe Shop, jadi kalau di Ambon kalian mau ngopi bareng teman-teman carinya jangan Coffe Shop tapi carilah Rumah Kopi. Rumah kopi sudah sejak lama menjamur di Ambon bahkan sudah menjadi ciri khas kota Ambon. Rumah Kopi sepengetahuan saya hampir semuanya dikelola oleh pengusaha lokal, karena merupakan produk lokal maka suasananya maupun jenis hidangannya agak sedikit beda dengan Coffe Shop yang biasa kita jumpai di Jakarta. Tetapi walaupun merupakan produk lokal, hidangannya maupun rasa kopi nya gak kalah kok dengan yang produk dari luar.
Untuk kali ini, saya akan membahas satu Rumah Kopi yang menjadi favorite saya dan keluarga kalau sedang di Ambon. Namanya Rumah Kopi "Sibu-Sibu" yang terletak di tengah2x kota Ambon.
Kalian pasti bertanya kenapa saya suka ke tempat itu? Jawabanya sederhana, kopi dan coklat nya siiip banget, pisang goreng nya juga jempolan, tapi bukan itu saja banyak hidangan favourite lainnya yang bisa kalian jumpai di situ. Harganya pun relatif murah untuk ukuran mahasiswa yang sedang traveling ke daerah.
Selain hidangannya apa yang jadi alasan kenapa Rumah Kopi yang satu ini laku berat di mata anak muda? Suasana itu jawabannya, suasana yang santai dan nyaman membuat Rumah Kopi itu menjadi tempat nongkrong nya anak muda kelas menengah di Ambon (umumnya mahasiswa atau profesional muda)
Didinding nya terpajang foto2x orang Ambon yang berprestasi bukan saja lokal tapi rupanya banyak juga orang Ambon yang berprestasi international spt pemusik, pemain sepak bola, penari, pemain film, penyanyi, dsb.
Dan ketika saya tanya, orang-orang Ambon yang foto nya dipasang di dinding itu, rata2x mereka kalau ke Ambon pasti menyempatkan diri berkunjung ke Rumah Kopi tersebut. Hal itu membuat para pemuda Ambon yang ingin bertemu dengan para senior idola nya dapat menjumpai mereka di tempat itu. Itu mungkin alasan lain kenapa banyak anak muda yang suka nongkrong di sana.
Live music nya pun bagus, bagi yang senang nongkrong dengan geng nya sambil dengerin musik atau dansa bisa datang ke Rumah Kopi Sibu-Sibu. Pertunjukan musik di tempat itu kalau tidak salah dimulai dari sore hari sampai sekitar pukul 21:00 waktu di Ambon.
Bagi yang belum pernah mencoba, silahkan datang deh ke Ambon. (IHW)
Minggu, 28 Januari 2018
Kamis, 25 Januari 2018
Apa sih bedanya affiliate, dropship dan reseller?
Bagi mahasiswa yang senang kutak-kutik internet dan punya jiwa entrepreneur, tapi belum pernah mencoba terjun ke dunia usaha dan tidak punya banyak modal maka bisnis online adalah salah satu alternative untuk memulai bisnis anda.
Biasanya banyak mahasiswa yang bertanya kepada saya system bisnis online apa yang paling cocok untuk pemula.
Sebagai pemula biasanya saya sarankan untuk memilih system bisnis seperti affiliate program, drop shipper atau reseller.
Lalu apa bedanya antara affiliate, dropship dan reseller?
Affiliate adalah salah satu system bisnis online yang paling simple bagi pemula. Karena melalui program affiliate ini maka seorang affiliate hanya bertugas untuk mempromosikan produk milik orang lain melalui blog, website atau social media.
Orang yang bertugas untuk mempromosikan produk melalui system affiliate ini disebut sebagi Affiliate Markerter. Untuk setiap penjualan yang dihasilkan, maka seorang affiliate marketer akan menerima komisi sesuai yang dijanjikan oleh pihak yang produknya di promosikan oleh si affiliate marketer tersebut. Keuntungan dari mengikuti program affiliasi ini, sama sekali tidak dibutuhkan dana dan memiliki daya jangkau yang sangat luas bahkan bisa sampai global, tergantung dari senis dan brand yang anda tawarkan melalui internet.
Dropship termasuk salah satu system bisnis online yang simple meskipun sedikit lebih menyita waktu dan perhatian dibanding system Affiliate. Bagi yang sudah terbiasa dengan system affiliate dan mau meningkatkan kemampuannya bisa mencoba dengan system dropship ini.
Orang yang melakukan transaksi dengan menggunakan system dropship ini dinamakan sebagai drop shipper. Cara kerjanya cukup sederhana, seorang dropshipper cukup memasang produk yang akan dijualnya di internet, bisa di blog, website ataupun social media. Kalau ada calon pembeli yang berminat, mereka akan menghubungi anda secara langsung. Tugas seorang dropshipper selanjutnya adalah menerima pembayaran dari pembeli dan mentransfer pembayaran klien anda ke toko pusat yang memberi hak sebagai dropship, selanjutnya packaging dan delivery barang adalah tugas mereka, anda tidak usah pusing dengan urusan seperti itu. Barang akan dikirim ke klien anda dengan memakai nama dan alamat anda sendiri. Jadi anda sudah seperti mempunyai bisnis sendiri. Inilah kelebihan dropshipper daripada affliasi. Tetapi kalau ada klaim tentunya akan jatuh ke tangan anda dulu tentunya.
Reseller adalah tingkat yang paling advance disbanding 2 yang terdahulu. Untuk menjadi seorang reseller anda harus memiliki stok barang sendiri, jadi anda harus punya modal terlebih dahulu. Jadi cara kerjanya sama saja dengan toko konvensional, hanya dalam cara pemasarannya anda menggunakan media internet. Keuntungan anda pasti akan lebih besar dari system affiliate maupun dropship, tetapi kerumitan kerja anda juga akan semakin meningkat. Wajar toh kalau ingin untuk lebih besar ya harus kerja lebih banyak
Sekian dulu ulasan saya hari ini tentang bisnis online, semoga berguna bagi mahasiswa saya yang membacanya. Nanti kita teruskan lagi topik yang menarik ini. (IHW)
Biasanya banyak mahasiswa yang bertanya kepada saya system bisnis online apa yang paling cocok untuk pemula.
Sebagai pemula biasanya saya sarankan untuk memilih system bisnis seperti affiliate program, drop shipper atau reseller.
Lalu apa bedanya antara affiliate, dropship dan reseller?
Affiliate adalah salah satu system bisnis online yang paling simple bagi pemula. Karena melalui program affiliate ini maka seorang affiliate hanya bertugas untuk mempromosikan produk milik orang lain melalui blog, website atau social media.
Orang yang bertugas untuk mempromosikan produk melalui system affiliate ini disebut sebagi Affiliate Markerter. Untuk setiap penjualan yang dihasilkan, maka seorang affiliate marketer akan menerima komisi sesuai yang dijanjikan oleh pihak yang produknya di promosikan oleh si affiliate marketer tersebut. Keuntungan dari mengikuti program affiliasi ini, sama sekali tidak dibutuhkan dana dan memiliki daya jangkau yang sangat luas bahkan bisa sampai global, tergantung dari senis dan brand yang anda tawarkan melalui internet.
Dropship termasuk salah satu system bisnis online yang simple meskipun sedikit lebih menyita waktu dan perhatian dibanding system Affiliate. Bagi yang sudah terbiasa dengan system affiliate dan mau meningkatkan kemampuannya bisa mencoba dengan system dropship ini.
Orang yang melakukan transaksi dengan menggunakan system dropship ini dinamakan sebagai drop shipper. Cara kerjanya cukup sederhana, seorang dropshipper cukup memasang produk yang akan dijualnya di internet, bisa di blog, website ataupun social media. Kalau ada calon pembeli yang berminat, mereka akan menghubungi anda secara langsung. Tugas seorang dropshipper selanjutnya adalah menerima pembayaran dari pembeli dan mentransfer pembayaran klien anda ke toko pusat yang memberi hak sebagai dropship, selanjutnya packaging dan delivery barang adalah tugas mereka, anda tidak usah pusing dengan urusan seperti itu. Barang akan dikirim ke klien anda dengan memakai nama dan alamat anda sendiri. Jadi anda sudah seperti mempunyai bisnis sendiri. Inilah kelebihan dropshipper daripada affliasi. Tetapi kalau ada klaim tentunya akan jatuh ke tangan anda dulu tentunya.
Reseller adalah tingkat yang paling advance disbanding 2 yang terdahulu. Untuk menjadi seorang reseller anda harus memiliki stok barang sendiri, jadi anda harus punya modal terlebih dahulu. Jadi cara kerjanya sama saja dengan toko konvensional, hanya dalam cara pemasarannya anda menggunakan media internet. Keuntungan anda pasti akan lebih besar dari system affiliate maupun dropship, tetapi kerumitan kerja anda juga akan semakin meningkat. Wajar toh kalau ingin untuk lebih besar ya harus kerja lebih banyak
Sekian dulu ulasan saya hari ini tentang bisnis online, semoga berguna bagi mahasiswa saya yang membacanya. Nanti kita teruskan lagi topik yang menarik ini. (IHW)
Senin, 22 Januari 2018
5 kesalahan umum para start up
Hari ini saya di kantin kampus sempat berdiskusi dengan rekan sesama dosen yang juga memiliki usaha kecil di bidang IT, cukup menarik perbincangan kami berdua.
Topik diskusi kami berdua adalah mengenai start up, karena maraknya start up diperbincangkan belakangan ini. Masalahnya kita melihat banyak start up yang gagal dalam perkembangannya. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman kami berdua (kebetulan kami juga memiliki usaha kecil yang tergolong dalam kategory start up) , setidaknya ada 5 penyebab gagalnya start up yaitu
1.Produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar dimana start up itu berlokasi. Ini yang kita lihat paling sering terjadi. Mungkin karena kurangnya pengalaman dari pendiri start up yang baru pertama kali terjun dalam usaha.
2.Tidak melakukan uji produk terlebih dahulu, uji coba sangat perlu untuk dapat melihat kinerja produk secara riil bukan hanya di atas kertas saja.
3.Kebanyakan start up yang gagal terlalu fokus pada bagaimana cara menghadapi kompetitor bukan fokus pada keunggulan produknya sendiri
4.Kurangnya komunikasi, komunikasi yang baik antara pemilik dengan manajemen atau karyawan akan sangat mendukung keberhasilan start up karena komunikasi yang baik akan menuntun start up untuk dapat berespon lebih baik terhadap segala perubahan yang terjadi
5.Kurang perhatian pada karyawan. Harus diingat karyawan adalah tulang punggung semua perusahaan termasuk yang tergolong start up. Kalau karyawan termotivasi pastilah akan membawa dampak positip pada start up yang bersangkutan misalnya: ketidak hadiran dapat diminimalkan, mengurangi ongkos kerja karena kegagalan produksi, karyawan akan bekerja lebih efisien dan efektif dan akhirnya tentu saja diharapkan produk yang dihasilkan akan memiliki standard mutu yang baik.
Demikianlah hasil percakapan singkat kami tentang kesalahan2x yang umum dilakukan oleh start up, semoga tulisan ini berguna bagi para mahasiswa yang sudah atau ingin membuka usaha sendiri. Selamat berkarya! (IHW)
Topik diskusi kami berdua adalah mengenai start up, karena maraknya start up diperbincangkan belakangan ini. Masalahnya kita melihat banyak start up yang gagal dalam perkembangannya. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman kami berdua (kebetulan kami juga memiliki usaha kecil yang tergolong dalam kategory start up) , setidaknya ada 5 penyebab gagalnya start up yaitu
1.Produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar dimana start up itu berlokasi. Ini yang kita lihat paling sering terjadi. Mungkin karena kurangnya pengalaman dari pendiri start up yang baru pertama kali terjun dalam usaha.
2.Tidak melakukan uji produk terlebih dahulu, uji coba sangat perlu untuk dapat melihat kinerja produk secara riil bukan hanya di atas kertas saja.
3.Kebanyakan start up yang gagal terlalu fokus pada bagaimana cara menghadapi kompetitor bukan fokus pada keunggulan produknya sendiri
4.Kurangnya komunikasi, komunikasi yang baik antara pemilik dengan manajemen atau karyawan akan sangat mendukung keberhasilan start up karena komunikasi yang baik akan menuntun start up untuk dapat berespon lebih baik terhadap segala perubahan yang terjadi
5.Kurang perhatian pada karyawan. Harus diingat karyawan adalah tulang punggung semua perusahaan termasuk yang tergolong start up. Kalau karyawan termotivasi pastilah akan membawa dampak positip pada start up yang bersangkutan misalnya: ketidak hadiran dapat diminimalkan, mengurangi ongkos kerja karena kegagalan produksi, karyawan akan bekerja lebih efisien dan efektif dan akhirnya tentu saja diharapkan produk yang dihasilkan akan memiliki standard mutu yang baik.
Demikianlah hasil percakapan singkat kami tentang kesalahan2x yang umum dilakukan oleh start up, semoga tulisan ini berguna bagi para mahasiswa yang sudah atau ingin membuka usaha sendiri. Selamat berkarya! (IHW)
Jumat, 19 Januari 2018
Beberapa ide bisnis untuk mahasiswa modal kecil
Yuk .... kita lihat beberapa ide bagus dari beberapa teman-teman mahasiswa di luar negeri. Saya rasa cukup bagus juga idenya dan bisa diterapkan di Indonesia. Semoga berguna video nya (IHW)
(Source: Youtube)
Rabu, 17 Januari 2018
Entrepreneurship
Saya tertarik untuk membuat blog ini, karena sebagai dosen yang mengajarkan tentang entrepreneurship, banyak mahasiswa saya yang menanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan subject yang satu ini.
Entrepreneurship dan Entrepreneur adalah 2 hal yang berbeda
Entrepreneurship merujuk kepada kemampuan untuk memproses suatu ide atau innovasi baru yang dapat berdampak pada lingkungan secara positip.
Entrepreneur adalah orang yang memiliki ide dan berinnovasi untuk menghasilkan sesuatu yang berharga bagi lingkungannya.
Dari definisi diatas, kita dapat membedakan antara entrepreneurship dengan entrepreneur dengan terlebih jelas. Entrepreneurship lebih kepada suatu proses penciptaan atau innovasi, sedang entrepreneur adalah orang yang melaksanakan innovasi dan menghasilkan barang/jasa yang bermanfaat.
Setiap orang sebetulnya memiliki jiwa entrepreneur, hanya ada orang yang memiliki keyakinan yang kuat dan "tahan banting" dalam mewujudkan impiannya, tetapi banyak juga orang yang tidak siap untuk membayar harga.
Kalau semua orang memiliki jiwa entrepreneur, kenapa tidak semua orang jadi entrepreneur?
Waktu. Dalam berinnovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berguna, diperlukan waktu yang cukup panjang, sampai temuan kita dikenali dan disukai orang. Nah, masa penantian itulah yang terkadang membuat seseorang menjadi tidak sabar.
Risiko. Setiap innovasi baru pasti mengandung risiko, misalnya risiko tidak disukai sehingga tidak laku untuk dijual, dsb. Akibatnya banyak juga orang yang mundur karena tidak mau mengambil risikonya. Sebetulnya risiko dapat di minimumkan asal kita tahu cara melakukannya.
Uang. Ini yang paling banyak dijadikan alasan kenapa orang tidak mau menjadi seorang entrepreneur. Padahal untuk berinnovasi sebetulnya tidak perlu tergantung pada jumlah uang yang banyak. Sudah tentu hal ini tergantung pada jenis innovasinya, tetapi sebagai pemula seorang mahasiswa bisa saja mencoba berinnovasi pada hal yang sederhana dulu, biasanya yang sederhana tidak membutuhkan banyak biaya.
Komunitas. Komunitas juga sangat berpengaruh pada jiwa entrepreneurship seorang mahasiswa. Ada komunitas yang mendukung entrepreneurship tetapi ada juga komunitas yang tampaknya kurang mendukung pengembangan jiwa entrepreneurship seseorang. Memang masalah ini cukup pelik untuk dipecahkan.
Sekian dulu pembahasan saya tentang entrepreneurship dan entrepreneur, lain kali kita lanjutkan lagi diskusi kita di blog ini. (IHW)
Entrepreneurship dan Entrepreneur adalah 2 hal yang berbeda
Entrepreneurship merujuk kepada kemampuan untuk memproses suatu ide atau innovasi baru yang dapat berdampak pada lingkungan secara positip.
Entrepreneur adalah orang yang memiliki ide dan berinnovasi untuk menghasilkan sesuatu yang berharga bagi lingkungannya.
Dari definisi diatas, kita dapat membedakan antara entrepreneurship dengan entrepreneur dengan terlebih jelas. Entrepreneurship lebih kepada suatu proses penciptaan atau innovasi, sedang entrepreneur adalah orang yang melaksanakan innovasi dan menghasilkan barang/jasa yang bermanfaat.
Setiap orang sebetulnya memiliki jiwa entrepreneur, hanya ada orang yang memiliki keyakinan yang kuat dan "tahan banting" dalam mewujudkan impiannya, tetapi banyak juga orang yang tidak siap untuk membayar harga.
Kalau semua orang memiliki jiwa entrepreneur, kenapa tidak semua orang jadi entrepreneur?
Waktu. Dalam berinnovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berguna, diperlukan waktu yang cukup panjang, sampai temuan kita dikenali dan disukai orang. Nah, masa penantian itulah yang terkadang membuat seseorang menjadi tidak sabar.
Risiko. Setiap innovasi baru pasti mengandung risiko, misalnya risiko tidak disukai sehingga tidak laku untuk dijual, dsb. Akibatnya banyak juga orang yang mundur karena tidak mau mengambil risikonya. Sebetulnya risiko dapat di minimumkan asal kita tahu cara melakukannya.
Uang. Ini yang paling banyak dijadikan alasan kenapa orang tidak mau menjadi seorang entrepreneur. Padahal untuk berinnovasi sebetulnya tidak perlu tergantung pada jumlah uang yang banyak. Sudah tentu hal ini tergantung pada jenis innovasinya, tetapi sebagai pemula seorang mahasiswa bisa saja mencoba berinnovasi pada hal yang sederhana dulu, biasanya yang sederhana tidak membutuhkan banyak biaya.
Komunitas. Komunitas juga sangat berpengaruh pada jiwa entrepreneurship seorang mahasiswa. Ada komunitas yang mendukung entrepreneurship tetapi ada juga komunitas yang tampaknya kurang mendukung pengembangan jiwa entrepreneurship seseorang. Memang masalah ini cukup pelik untuk dipecahkan.
Sekian dulu pembahasan saya tentang entrepreneurship dan entrepreneur, lain kali kita lanjutkan lagi diskusi kita di blog ini. (IHW)
Langganan:
Postingan (Atom)


