Jumat, 16 Februari 2018

Penyewaan Sepeda


                                         (sumber: youtube)

Kemacetan membuat kita stress. Bayangkan bila anda harus berada di jalanan selama 2-3 jam untuk pergi ke kantor setiap harinya. Itu baru sekali jalan, untuk pulang pun anda membutuhkan sekitar 2-3 jam per hari. Jadi hitung saja total anda di jalan sudah 4-6 jam per hari. Bandingkan dengan jam kerja anda yang 8 jam per hari. Berarti waktu anda di jalanan sudah 1/2 sampai 3/4 nya waktu kerja anda. 

Waktu saya ke eropa di tahun 2017 yang lalu, saya sempat terkesan dengan kehidupan masyarakat di sana. Banyak orang yang pergi kerja dengan menggunakan sepeda (baik sepeda sendiri maupun sepeda sewaan), kebiasaan ini kelihatannya dapat mengurangi kemacetan di jalan raya, dan memang kelihatannya banyak pemerintah di eropa support transport alternative selain untuk mengurangi kemacetan juga untuk mengurangi pemborosan penggunaan bahan bakar yang tidak perlu. 

Saya pikir penggunaan sepeda dapat juga digalakkan di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dsb. Selain dapat mengurangi kemacetan di jalan raya, mengurangi polusi udara akibat buangan gas dari kendaraan bermotor, dan mengurangi penggunaan BBM yang berlebih, alternative transportasi seperti sepeda juga dapat meningkatkan kesehatan pengendaranya. 

Dengan pikiran superit itu, saya coba mereka-reka besaran dana yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha sewa sepeda. Yuk, kita mulai saja analisa usaha sewa sepeda (angka-angka yang digunakan hanyalah angka kasar jadi harus disesuaikan lagi bila ingin diterapkan)

Misalkan saja, kita mau membeli sekitar 20 sepeda untuk disewakan. Untuk menekan biaya dipilih sepeda bekas yang harganya sekitar Rp 700,000. (karena kebanyakan pembaca blog saya masih berstatus mahasiswa dan sisa)

Modal pembelian sepeda bekas = 20 x Rp 700,000 = Rp 14,000,000

Modal fasilitas penunjung (sewa tempat, perkakas kantor, pompa ban, dsb) = Rp 5,000,000

Karena pelaku usaha adalah mahasiswa jadi disarankan untuk mengoperasikan sendiri usaha itu (bisa menggunakan system shift dengan teman anda yang terlibat dalam bisnis ini) jadi tidak perlu hire karyawan lagi. 

Jadi total dana yang anda butuhkan adalah Rp 14,000,000 + Rp 5,000,000 = Rp 19,000,000

Biasanya digunakan system sewa per satu jam. Misalkan saja anda kenakan biaya sewa/jam = Rp 20,000/sepeda. Bila dalam 1 hari ada 20 orang yang sewa maka pendapatan anda per hari adalah
Rp 20,000 x 20 = Rp 400,000 per hari.

Bila usaha anda buka 5 hari/minggu berarti dalam 1 minggu anda akan mendapatkan penghasilan sebeesar = 5 x Rp 400,000 = Rp 2,000,000 per minggu

Dalam 1 bulan penghasilannya adalah = Rp 2,000,000 x 4 = Rp 8,000,000 per bulan

Berapa lama untuk menghasilkan break even = Rp 19,000,000/Rp 8,000,000 sekitar 2,5 bulanan saja.

Lumayan kan usaha penyewaan sepeda ini? Silahkan mencoba sendiri para mahasiswa ku.
Sudah tentu rekaan saya untuk tulisan ini adalah rekaan untuk usaha sewa sepeda konvensional, bukan untuk membuat sharing cycle seperti di video clip youtube yang saya pasang di bagian atas tulisan saya ini. Video itu sebagai inspirasi ke depannya. (IHW)






Senin, 12 Februari 2018

Cara mudah menulis buku

Rekan-rekan mahasiswa bila ada yang berbakat dalam hal tulis menulis termasuk menulis buku, sekarang ada cara mudah untuk menyalurkan bakat plus mendapatkan income dari kegiatan itu.

Bagaimana caranya?

Pertama, silahkan kalian registrasi dulu ke situs NulisBuku, gratis dan cepat prosesnya.

Kedua, setelah berhasil dalam registrasi maka langkah selanjutnya adalah download template dari situs NulisBuku tersebut. Ada 2 jenis template yang tersedia untuk di download yaitu template naskah (menggunakan format Microsoft Word) dan template cover buku (dengan format JPEG)

Ketiga, setelah anda download ke 2 template tersebut. Langkah berikutnya adalah copy paste naskah anda ke template naskah yang berbasis Microsoft Word itu. Jangan lupa untuk merapikan halaman supaya hasil cetaknya baik.

Keempat, langkah berikut adalah upload naskah anda yang sudah dimasukkan dalam template naskah. Jangan lupa lengkapi beberapa kolom dalam formulir yang tersedia. Terkadang proses upload butuh waktu yang agak lama (tergantung besar dan kecilnya file yang anda upload) hingga dimohon kesabaran anda dalam menunggu. Setelah proses upload berhasil maka akan ada tulisan "upload success".

Kelima, Profread - contoh cetakan pertama dari buku anda akan dikirim untuk diperiksa oleh anda sendiri untuk mengetahui apakah kondisi buku yang dicetak sudah sesuai dengan keinginan anda sebagai penulisnya

Keenam, disebut proses Go Live. Setelah tidak ada revisi lagi dari anda sebagai penulis, maka pihak Nulis Buku akan memoderasi dan mengubah status buku anda menjadi "Live". Ini berarti buku anda sudah berada di display toko buku online NulisBuku.

Ketujuh, sekarang saat nya untuk mempromosikan buku anda melalui berbagai media sosial yang ada seperti Facebook, Twitter, Google, Instagram, dsb

Selamat menulis buku! (IHW)

Senin, 05 Februari 2018

Penyewaan Drone

                                          (sumber: youtube)


Kemarin saya diundang oleh Himpunan Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Depok untuk berkunjung di bazar yang mereka adakan di sana. Satu hal yang menarik bagi saya selama bazar saya melihat ada drone yang berkeliling di udara untuk meliput kejadian di lapangan selama bazar berlangsung. Ketika saya lihat pilot nya adalah seorang mahasiswa, selidik punya selidik ternyata dia adalah pilot sekaligus pemilik drone itu. Rupanya mahasiswa yang cerdik ini menyewakan drone miliknya untuk meliput acara bazar tersebut.

Saya tertarik karena ini bukan pertama kali saya melihat mahasiswa yang menyewakan drone nya untuk meliput acara dari udara baik untuk pengambilan foto udara maupun peliputan video dari udara.

Saya berpikir rental drone adalah usaha yang baik untuk mahasiswa karena kampus biasanya punya banyak acara yang harus diliput dengan drone, apalagi kalau acaranya diadakan di lapangan yang luas seperti di kampus Depok ini.

Corat-coret akhirnya saya punya analisa kasar untuk bisnis rental drone ini

Pertama kalian harus memilih drone nya dulu dong, pilih yang sesuai dengan budget kalian. Jenis-jenis drone beserta harganya yang saya rasa cocok untuk mahasiswa yang masih belajar bisa dilihat di
Saveseva fotografi.

Misalnya saja kalian  pilih jenis Walkera QR X350 PRO yang saya pikir cukup baik untuk dipakai meliput foto atau video lapangan. Harganya tidak terlalu mahal sekitar Rp 7.000.000,- 

Modal awal (asumsi untuk pembelian drone + perlengkapan) Rp 7.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 10.000.000

Harga sewa per hari = Rp 2.000.000 (termasuk pilot)

Diasumsikan penyewaan drone hanya dilakukan di weekend (pada saat tidak ada kuliah), jadi dalam 1 bulan ada 4x penyewaan

Perhitungan keuntungan penyewaan 

Pendapatan per sewa = Rp 2.000.000 - gaji pilot Rp 1.000.000 (karena dipiloti sendiri)=Rp 1.000.000 dalam 1x penyewaan

Kalau dalam 1 bulan ada 4x penyewaan = Rp 1.000.000 x 4 = Rp 4.000.000.

Break even = Rp 7.000.000 : Rp 4.000.000 = 1,75 bulan (tidak sampai 2 bulan)

Dalam 1 tahun = Rp 4.000.000 x 12 = Rp 48.000.000

Dalam 1 tahun usaha rental drone kalian sudah bisa tambah armada drone kalian menjadi 4-5 drone. Menarik bukan usaha ini? Silahkan mencoba sendiri (IHW)



Sabtu, 03 Februari 2018

Usaha Thai Tea untuk mahasiswa

Sudah lama saya menyukai Thai Tea karena rasanya yang khas apalagi bila diminum dalam kondisi dingin. Beruntung di kampus tempat saya mengajar ada booth yang khusus menjual Thai Tea, saya perhatikan banyak pelanggan yang berdatangan untuk membeli Thai Tea mereka. Pembeli setia mereka ada dosen (termasuk saya), mahasiswa, maupun karyawan universitas.

Thai Tea yang dijual ada 3 macam yaitu Thai Milk Tea, Thai Green Tea Milk dan Thai Taro Milk. Taro memiliki rasa seperti ubi talas yang ditambahi milk. Adapun variasi rasa Thai Tea yang disediakan cukup banyak, kalau tidak salah ada sekitar 10 varian, ada yang dingin dan ada yang panas. Biasanya varian itu berasal dari rasa buah yang dicampurkan ke dalam Thai Tea.

Saya tanya kepada seorang kawan yang suka membuat Thai Tea sendiri, katanya rasa yang berbeda-beda dan khas dari Thai Tea dikarenakan tingkat campuran creamy nya. Tetapi katanya yang paling pending adalah teh yang digunakan haruslah teh yang berasal dari Thailand. Karena rasa teh Thailand khas dan berbeda dengan teh yang biasa didapat di Indonesia.



                                          (sumber: youtube)

Karena saya sering berkunjung ke booth itu untuk membeli Thai Tea, timbul ide saya untuk mengkalkulasi berapa sih kira-kira keuntungan yang bisa mereka peroleh per bulannya melalui berjualan Thai Tea di kampus.

Dari pengamatan saya di lapangan, bisa diperkirakan pricing dari Thai Tea tersebut dapat di simulasikan sebagai berikut

Modal bahan baku untuk membuat Thai Tea Milk = Rp 2.000.000,-
(item sengaja saya tidak masukkan)

Modal peralatan untuk berjualan Thai Tea Milk = Rp 3.000.000,-
(item sengaja saya tidak masukkan)

Total Modal = Rp 2.000.000,- + Rp 3.000.000,- = Rp 5.000.000,-

Keuntungan dari berjualan Thai Tea

Saya assumsi kan saja mereka menjual dengan harga Rp 10.000,- per hari nya (bukan dengan harga jual sebenarnya), dan dalam sehari di assumsikan terjual Thai Tea sebanyak 50 gelas (mengingat banyak rekan dosen dan mahasiswa yang beli di tempat itu)

Maka kalkulasi laba kotor per bulan adalah

Laba kotor per hari = 50 gelas x Rp 10.000,- = Rp 500.000,-

Laba kotor per bulan (30 hari) = Rp 500.000,- x 30 hari = Rp 15.000.000,-

Pengeluaran bulanan (dengan pendekatan assumsi bukan yang sebenarnya)

Total pengeluaran bulanan = +/- Rp 6.000.000,-
(item sengaja saya tidak masukkan)

Laba bersih bulanan = Laba kotor per bulan - (Modal bahan baku + Total pengeluaran per bulan)
                                        Rp 15.000.000,-  - (Rp 2,000,000 + Rp 6.000.000,-)
                                        Rp 7.000.000

Bila dicari break-even nya maka

(Modal peralatan : Laba bersih bulanan) = Rp 3.000.000,-/Rp 7.000.000,-  = 0.4 bulan

Cukup memikat bukan bisnis ini untuk mahasiswa yang berjiwa entrepreneur. Mungkin kalian bisa berkongsian untuk mengumpulkan dana nya setelah itu bisa hire orang untuk menjaga booth kalian. Jadi tidak mengganggu kuliah, tetapi uang saku per bulan bisa ditambahkan dari hasil bisnis kongsian ini. Selamat mencoba! (IHW)