Thai Tea yang dijual ada 3 macam yaitu Thai Milk Tea, Thai Green Tea Milk dan Thai Taro Milk. Taro memiliki rasa seperti ubi talas yang ditambahi milk. Adapun variasi rasa Thai Tea yang disediakan cukup banyak, kalau tidak salah ada sekitar 10 varian, ada yang dingin dan ada yang panas. Biasanya varian itu berasal dari rasa buah yang dicampurkan ke dalam Thai Tea.
Saya tanya kepada seorang kawan yang suka membuat Thai Tea sendiri, katanya rasa yang berbeda-beda dan khas dari Thai Tea dikarenakan tingkat campuran creamy nya. Tetapi katanya yang paling pending adalah teh yang digunakan haruslah teh yang berasal dari Thailand. Karena rasa teh Thailand khas dan berbeda dengan teh yang biasa didapat di Indonesia.
(sumber: youtube)
Karena saya sering berkunjung ke booth itu untuk membeli Thai Tea, timbul ide saya untuk mengkalkulasi berapa sih kira-kira keuntungan yang bisa mereka peroleh per bulannya melalui berjualan Thai Tea di kampus.
Dari pengamatan saya di lapangan, bisa diperkirakan pricing dari Thai Tea tersebut dapat di simulasikan sebagai berikut
Modal bahan baku untuk membuat Thai Tea Milk = Rp 2.000.000,-
(item sengaja saya tidak masukkan)
Modal peralatan untuk berjualan Thai Tea Milk = Rp 3.000.000,-
(item sengaja saya tidak masukkan)
Total Modal = Rp 2.000.000,- + Rp 3.000.000,- = Rp 5.000.000,-
Keuntungan dari berjualan Thai Tea
Saya assumsi kan saja mereka menjual dengan harga Rp 10.000,- per hari nya (bukan dengan harga jual sebenarnya), dan dalam sehari di assumsikan terjual Thai Tea sebanyak 50 gelas (mengingat banyak rekan dosen dan mahasiswa yang beli di tempat itu)
Maka kalkulasi laba kotor per bulan adalah
Laba kotor per hari = 50 gelas x Rp 10.000,- = Rp 500.000,-
Laba kotor per bulan (30 hari) = Rp 500.000,- x 30 hari = Rp 15.000.000,-
Pengeluaran bulanan (dengan pendekatan assumsi bukan yang sebenarnya)
Total pengeluaran bulanan = +/- Rp 6.000.000,-
(item sengaja saya tidak masukkan)
Laba bersih bulanan = Laba kotor per bulan - (Modal bahan baku + Total pengeluaran per bulan)
Rp 15.000.000,- - (Rp 2,000,000 + Rp 6.000.000,-)
Rp 7.000.000
Bila dicari break-even nya maka
(Modal peralatan : Laba bersih bulanan) = Rp 3.000.000,-/Rp 7.000.000,- = 0.4 bulan
Cukup memikat bukan bisnis ini untuk mahasiswa yang berjiwa entrepreneur. Mungkin kalian bisa berkongsian untuk mengumpulkan dana nya setelah itu bisa hire orang untuk menjaga booth kalian. Jadi tidak mengganggu kuliah, tetapi uang saku per bulan bisa ditambahkan dari hasil bisnis kongsian ini. Selamat mencoba! (IHW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar