Saya tertarik untuk membuat blog ini, karena sebagai dosen yang mengajarkan tentang entrepreneurship, banyak mahasiswa saya yang menanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan subject yang satu ini.
Entrepreneurship dan Entrepreneur adalah 2 hal yang berbeda
Entrepreneurship merujuk kepada kemampuan untuk memproses suatu ide atau innovasi baru yang dapat berdampak pada lingkungan secara positip.
Entrepreneur adalah orang yang memiliki ide dan berinnovasi untuk menghasilkan sesuatu yang berharga bagi lingkungannya.
Dari definisi diatas, kita dapat membedakan antara entrepreneurship dengan entrepreneur dengan terlebih jelas. Entrepreneurship lebih kepada suatu proses penciptaan atau innovasi, sedang entrepreneur adalah orang yang melaksanakan innovasi dan menghasilkan barang/jasa yang bermanfaat.
Setiap orang sebetulnya memiliki jiwa entrepreneur, hanya ada orang yang memiliki keyakinan yang kuat dan "tahan banting" dalam mewujudkan impiannya, tetapi banyak juga orang yang tidak siap untuk membayar harga.
Kalau semua orang memiliki jiwa entrepreneur, kenapa tidak semua orang jadi entrepreneur?
Waktu. Dalam berinnovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berguna, diperlukan waktu yang cukup panjang, sampai temuan kita dikenali dan disukai orang. Nah, masa penantian itulah yang terkadang membuat seseorang menjadi tidak sabar.
Risiko. Setiap innovasi baru pasti mengandung risiko, misalnya risiko tidak disukai sehingga tidak laku untuk dijual, dsb. Akibatnya banyak juga orang yang mundur karena tidak mau mengambil risikonya. Sebetulnya risiko dapat di minimumkan asal kita tahu cara melakukannya.
Uang. Ini yang paling banyak dijadikan alasan kenapa orang tidak mau menjadi seorang entrepreneur. Padahal untuk berinnovasi sebetulnya tidak perlu tergantung pada jumlah uang yang banyak. Sudah tentu hal ini tergantung pada jenis innovasinya, tetapi sebagai pemula seorang mahasiswa bisa saja mencoba berinnovasi pada hal yang sederhana dulu, biasanya yang sederhana tidak membutuhkan banyak biaya.
Komunitas. Komunitas juga sangat berpengaruh pada jiwa entrepreneurship seorang mahasiswa. Ada komunitas yang mendukung entrepreneurship tetapi ada juga komunitas yang tampaknya kurang mendukung pengembangan jiwa entrepreneurship seseorang. Memang masalah ini cukup pelik untuk dipecahkan.
Sekian dulu pembahasan saya tentang entrepreneurship dan entrepreneur, lain kali kita lanjutkan lagi diskusi kita di blog ini. (IHW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar