Hari ini saya di kantin kampus sempat berdiskusi dengan rekan sesama dosen yang juga memiliki usaha kecil di bidang IT, cukup menarik perbincangan kami berdua.
Topik diskusi kami berdua adalah mengenai start up, karena maraknya start up diperbincangkan belakangan ini. Masalahnya kita melihat banyak start up yang gagal dalam perkembangannya. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman kami berdua (kebetulan kami juga memiliki usaha kecil yang tergolong dalam kategory start up) , setidaknya ada 5 penyebab gagalnya start up yaitu
1.Produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar dimana start up itu berlokasi. Ini yang kita lihat paling sering terjadi. Mungkin karena kurangnya pengalaman dari pendiri start up yang baru pertama kali terjun dalam usaha.
2.Tidak melakukan uji produk terlebih dahulu, uji coba sangat perlu untuk dapat melihat kinerja produk secara riil bukan hanya di atas kertas saja.
3.Kebanyakan start up yang gagal terlalu fokus pada bagaimana cara menghadapi kompetitor bukan fokus pada keunggulan produknya sendiri
4.Kurangnya komunikasi, komunikasi yang baik antara pemilik dengan manajemen atau karyawan akan sangat mendukung keberhasilan start up karena komunikasi yang baik akan menuntun start up untuk dapat berespon lebih baik terhadap segala perubahan yang terjadi
5.Kurang perhatian pada karyawan. Harus diingat karyawan adalah tulang punggung semua perusahaan termasuk yang tergolong start up. Kalau karyawan termotivasi pastilah akan membawa dampak positip pada start up yang bersangkutan misalnya: ketidak hadiran dapat diminimalkan, mengurangi ongkos kerja karena kegagalan produksi, karyawan akan bekerja lebih efisien dan efektif dan akhirnya tentu saja diharapkan produk yang dihasilkan akan memiliki standard mutu yang baik.
Demikianlah hasil percakapan singkat kami tentang kesalahan2x yang umum dilakukan oleh start up, semoga tulisan ini berguna bagi para mahasiswa yang sudah atau ingin membuka usaha sendiri. Selamat berkarya! (IHW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar